Massa Demo di Makassar Dibubarkan Polisi, Lalin Lancar Kembali

Lalu lintas di Makassar kembali normal usai massa demo dibubarkan polisi (Hermawan/detikcom)

Makassar

Mahasiswa di Jalan Sultan Alauddin, depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Makassar, dibubarkan polisi. Kini lalu lintas di lokasi lancar kembali.

Pantauan com, Jumat (9/10/2020) sekitar pukul 02.00 Wita, mahasiswa yang terkonsentrasi di pertigaan Jalan Sultan Alauddin Makassar dan Jalan Talasalapang, bisa dibubarkan polisi setelah aksi lempar batu dan tembakan gas air mata berlangsung alot. Mahasiswa yang mampu bertahan di awal pada akhirnya terus terdesak hingga berhasil dibubarkan.

Saat pembubaran tersebut, polisi merangsek ke dalam barisan mahasiswa hingga mengamankan sejumlah orang.

Selanjutnya, sekitar 150 meter ke arah perbatasan Gowa-Makassar, yakni tepatnya di depan kampus Unismuh Makassar, polisi juga berhasil membubarkan mahasiswa yang sempat melempar batu dari dalam halaman kampus.

“Sudah tengah malam, masuk mi ke kampus mu, warga mau lewat,” teriak polisi lewat pengeras suara.

Berdasarkan pantauan, aksi saling serang di sesi terakhir ini dimulai sekitar pukul 23.50 Wita, dan barisan mahasiswa benar-benar tuntas dibubarkan pada pukul 02.00 Wita.

Baca juga: Dipukul Mundur, Massa di Jalan Alauddin Makassar Serang Balik Polisi

Usai massa dapat dibubarkan, arus lalu lintas kendaraan kembali normal. Kendaraan yang didominasi truk-truk arah Gowa itu dapat melanjutkan perjalanan.

Sebelumnya, massa aksi yang terkonsentrasi di depan kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo juga berhasil dipukul mundur secara perlahan. Di titik ini, kericuhan dimulai sekitar pukul 17.10 Wita, Kamis (8/10).

Massa aksi yang awalnya menduduki bagian atas dan bawah Fly Over, Dekat kantor DPRD Sulsel, terus dipukul mundur oleh polisi. Aksi lemparan batu hingga molotov mahasiswa dibalas dengan tembakan water canon dan gas air mata oleh polisi.

Baca juga: Massa Masih Ricuh, Videotron Kantor Gubernur Sulsel-Motor Polisi Dibakar

Pada aksi pukul mundur ini, massa aksi terpecah menjadi tiga konsentrasi, yakni di area Jalan Tol Reformasi, Jalan AP Pettarani alias bagian atas Fly Over.

Khusus untuk Jalan Urip Sumoharjo, mahasiswa baru benar-benar bisa dibubarkan setelah memasuki pukul 22.00 Wita. Sebelum bubar, massa aksi sempat membakar sebuah videotron di depan kantor Gubernur Sulsel, dua unit motor raimas, dua unit motor matic, serta sebuah sepeda.

(isa/isa)

Next Post

4 Jam Terbakar, Kobaran Api di Grand Theater Senen Berhasil Dipadamkan

Jum Okt 9 , 2020
Jakarta – Kebakaran di Grand Theater Senen telah padam. Empat jam pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan kobaran api. Pantauan com di lokasi, Kamis (9/10/2020), sekitar pukul 02.00 WIB damkar berhasil memadamkan api. Puluhan unit dikerahkan petugas untuk menjinakkan api. Petugas damkar kini tengah melakukan pendinginan. Titik-titik bara yang dapat menimbulkan kobaran […]