Mahasiswa Akan Demo Besok, Lalin Sekitar Istana Ditutup Malam Ini

Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo

Jakarta

Aliansi BEM Seluruh Indonesia akan kembali berunjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja, Jumat (16/10) besok di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Berkaitan dengan adanya rencana aksi mahasiswa itu, arus lalu lintas di sekitar istana ditutup mulai malam ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa kawasan sekitar istana malam ini mulai ditutup.

“Sudah ada (penutupan arus),” kata Kombes Sambodo dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (15/10/2020) pukul 22.58 WIB.

Baca juga: BEM SI Jabodetabek Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Besok

Sambodo mengatakan, penutupan mulai diberlakukan pada pukul 23.00 WIB. Seluruh ruas jalan dari arah utara, barat, selatan yang akan mengarah ke istana, ditutup.

“(Jalan yang ditutup) Merdeka Barat, Harmoni, Jalan Veteran 3 dan belokan Gambir arah Istana,” imbuhnya.

Aksi tersebut direncanakan dilakukan pada Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB. Massa mahasiswa akan turun ke jalan untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR atas disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja.

“Aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek Banten menyatakan akan kembali turun aksi menyuarakan pencabutan atas UU Cipta Kerja dan kembali menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan wakil rakyat,” ujar Koordinator Wilayah BEM SeJabodetabek-Banten Aliansi BEM seluruh Indonesia Bagas Maropindra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2020).

Bagas menyebut, aksi ini merupakan aksi damai. Serta terlepas dari seluruh tindakan anarkis.

Baca juga: Polisi Amankan 5 Pelajar dari Massa Demo Omnibus Law di Banyumas

“Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis, sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia,” kata Bagas.

Massa mahasiswa akan menyampaikan 4 tuntutannya dalam aksi tersebut, yakni mendesak Presiden untuk mengeluarkan PERPPU demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020.

Massa juga mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja, mengecam berbagai tindakan represif Aparatur negara terhadap seluruh massa aksi. Serta mengajak mahasiswa seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan.

Berikut rekayasa pengalihan arus lalu lintas di sekitar Istana Merdeka:

Berikut ini rekayasa pengalihan arus sekitar Istana Negara:

1. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju Jl Veteran III diluruskan ke TL Harmoni.
2. Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur yang akan menuju Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira.
3. Arus lalu lintas dari Jl Ridwan Rais yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.
4. Arus lalu lintas dari Jl MH Thamrin yang akan menuju ke Bundaran Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau ke kanan ke Jl Kebon Sirih.
5. Arus lalu lintas dari Jl Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jl Budi Kemuliaan diluruskan ke Jl Fachrudin dan arus lalin dari Jl Fachrudin yang akan belok kanan ke Jl Budi Kemuliaan diluruskan ke Jl Abdul Muis.
6. Arus lalu lintas dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jl Museum dibelokkan ke kiri maupun ke kanan, arus lalu lintas dari Jl Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jl Museum diluruskan ke Jl Abdul Muis dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jl Majapahit.
7. Arus lalu lintas dari l Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jl Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jl Juanda dan arus lalu lintas dari Jl Veteran Raya yang akan belok ke kiri ke Jl Majapahit diluruskan ke Jl Suryo Pranoto maupun dibelokkan ke kanan Jl Gajah Mada.

(mei/mei)

Next Post

Curi Handphone dan Uang Santri di Pesantren, 2 Remaja Ditangkap

Kam Okt 15 , 2020
MAMUJU – Dua remaja laki-laki, SA (17) dan N (14) ditangkap karena mencuri handphone dan uang santri di Pondok Pesantren Syahid Al-Hidayah Kelurahan Salupangi Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, Rabu (30/9/2020). Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Rubertus Roedjito melalui Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, […]