Pada 2023, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) sudah harus menjalankan program pemberdayaan masyarakat miskin

Kulon Progo () – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan berbagai program pemberdayaan keluarga miskin ekstrem untuk kriteria masih muda dan produktif, sehingga mereka mampu berdaya ekonomi secara mandiri.

Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana di Kulon Progo, Rabu, mengatakan hasil survei Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kulon Progo menyebutkan jumlah penduduk miskin sebanyak 90.020 jiwa.

"Semua dinas sudah kami minta membuat program pemberdayaan masyarakat guna mengurangi angka kemiskinan ekstrem. Untuk pengurangan beban kemiskinan ada di Dinsos-P3A," kata Tri Saktiyana.

Ia mengatakan saat ini, Pemkab Kulon Progo masih melakukan validasi data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Menurut dia, penanggulangan kemiskinan ada tiga program pokok. Pertama, validasi data.

"Berapa pun angkanya, perlu kita validasi di lapangan," katanya.

Selanjutnya, kata Tri Saktiyana, setelah ada data yang valid, dua tindakan berikutnya adalah kurangi beban keluarga miskin atau berdayakan keluarga miskin.

Kalau memang keluarga miskin sudah tua, mempunyai masalah kesehatan, sebatang kara, maka tinggal mengurangi bebannya. Sedangkan keluarga miskin masih muda dan mempunyai potensi-potensi lainnya, maka akan diberdayakan lewat UKM atau melalui sektor pertanian.

"Pada 2023, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) sudah harus menjalankan program pemberdayaan masyarakat miskin dan mengurangi beban keluarga miskin," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kulon Progo Eka Pranyata mengatakan saat ini dari tim koordinasi penanggulangan kemiskinan tingkat kabupaten meminta bantuan lurah/kades untuk melakukan verifikasi dan validasi data tersebut dengan target satu bulan, yakni sampai dengan akhir Nopember ini.

Pemkab Kulon Progo menetapkan 10 desa yang tersebar di empat kecamatan menjadi proyek percontohan pengendalian kemiskinan ekstrem. Empat kecamatan tersebut, Kokap, Sentolo, Pengasih dan Samigaluh.

Empat kecamatan ini memiliki angka kemiskinan sangat tinggi di Kabupaten Kulon Progo.

"Kami belum bisa menyebutkan akan kemiskinan ekstrem di Kulon Progo, kami masih melakukan verifikasi dan validasi data di tingkat desa," katanya.

Baca juga: Menpan-RB kunjungi Kulon Progo pastikan reformasi kemiskinan

Baca juga: Pemkab Kulon Progo diminta gerak cepat atasi banjir kawasan bandara

Pewarta: Sutarmi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © 2022