Kritis, Polisi yang Diserang Residivis Tebas Istri Dirujuk ke RS Bhayangkara

ilustrasi pembunuhan

Jakarta

Bripka Zulqadri, polisi yang menjadi korban penebasan parang pelaku penganiayaan yang juga menebas istri dan mertuanya di Makassar, Sulsel, Daeng Lewa, masih kritis di RS Ibnu Sina. Untuk proses perawatan lebih lanjut, anggota Reskrim Polsek Panakukkang ini dirujuk khusus ke RS Polri Bhayangkara Makassar.

Pemindahan perawatan tersebut dilakukan setelah korban sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa jam di RS Ibnu Sina Makassar. Korban dipindahkan usai menggunakan mobil ambulance usai dikunjungi oleh beberapa PJU Polda Sulsel.

Menurut Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes dr. Yusuf Mawadi, pemindahan ini dilakukan karena korban merupakan anggota polisi. Dan proses ini mempermudah korban untuk mendapatkan perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Makassar.

“Karena ini anggota polisi, jadi kita bawa ke IGD Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes dr. Yusuf Mawadi, pada Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Lawan Polisi, Residivis Pembantai Istri-Mertua di Makassar Ditembak!

Hingga kini, tim kedokteran polisi akan memastikan jumlah luka yang dialami oleh korban anggota polisi tersebut. Namun, beberapa luka tebasan parang dari korban diketahui melukai kaki dan kepala korban.

“Tidak banyak bagian sih (luka tebas nya), tapi detailnya nantilah. (Luka) Kepala ada, (luka tebas) kaki juga kena,” tutur Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, Daeng Lewa yang baru 2 hari keluar dari Lapas pada Jumat siang menebas istri dan 2 mertuanya dengan parang. Usai melakukan aksinya, Daeng Lewa kabur.

“Korban yang ditebas itu mertua dua orang yaitu suami-istri. Terus istrinya pelaku. Jadi yang menebas ini adalah menantu,” kata Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim kepada com, Jumat (23/10).

Baca juga: Kabur, Residivis Tebas Istri dan 2 Mertua di Makassar Diburu Polisi

Pasca kejadian itu anggota yang melakukan pengejaran terhadap pelaku terpaksa menembak mati Daeng Lewa. Pelaku ditembak mati lantaran melakukan pembacokan terhadap salah seorang anggota yang hendak menangkapnya.

“Anggota melakukan upaya penangkapan, namun pelaku ini melakukan perlawanan dan penyerangan terhadap anggota kepolisian dengan memerangi bagian muka dan kaki dari anggota kami,” ujar Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (23/10/2020).

(ibh/ibh)

Next Post

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Jakbar, Barang Bukti Sekoper Sabu

Sab Okt 24 , 2020
JAKARTA – diamankan Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap tiga tersangka pengedar narkoba, yakni CR (34), FH (22) dan seorang wanita berinisial RR (24). Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan barang bukti atu koper berisi 3 Kilogram sabu dan 2.000 ekstasi. Penangkapan dilakukan di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Kamis […]