KPK Sindir Pejuang Tak Tinggalkan Gelanggang, Febri Tak Lari dari Perang

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, melepas jabatannya sebagai jubir KPK. Febri mundur usai pimpinan KPK terbaru hendak mencari juru bicara KPK yang baru.

Jakarta

Mundurnya Febri Diansyah dari KPK menguak ternyata ada 37 pegawai KPK yang mengambil keputusan sama dengan Febri, pasca Undang-Undang KPK yang baru disahkan. Menyikapi hal ini, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melontarkan sindiran lewat analogi pejuang perang.

“Kami menghormati keputusan pribadi pegawai KPK. Namun, dengan apa pun alasannya, KPK itu bukan tempat santai, KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi. Kami tak bangga kepada mereka yang masuk dengan segala kelebihannya,” ucap Ghufron dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).

Ghufron menganalogikan KPK sebagai tempat pertempuran melawan tindak korupsi. Dia mengaku menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK.

Baca juga: Mundur dari KPK Lari dari Perang? Febri: Saya Pilih Pertempuran Lain

“Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih. Selamat kepada mereka yang masih mampu setia mencintai KPK,” ujar dia.

Pada akun Twitternya, Febri Diansyah mencuitkan dirinya keluar dari KPK, namun tetap akan berperang melawan tindak korupsi. Febri mengawali cuitannya dengan membahas soal pamit pergi dari KPK.

“Sebelum akhirnya saya memutuskan ini, seorang teman bilang: ‘Feb, jabatan, kekuasaan bahkan penghasilan ini semua tidak sebegitu pentingnya dibanding merawat keyakinan dan prinsipmu’. Dan kemudian saya bilang: Ya, dalam segala kecintaan pada KPK, saya pamit,” kata Febri melalui akun Twitter-nya, seperti dilihat com siang tadi.

Selanjutnya

Halaman
1
2

Next Post

Pakar dorong adanya "TPS mobile" di pilkada

Sab Sep 26 , 2020
Banjarmasin – Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mendorong adanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) "mobile" di Pilkada 2020 pada masa pandemi. "TPS mobile untuk para lansia dan penderita dengan banyak komorbid atau penyakit bawaan yang rawan jika terpapar COVID-19," […]