Kuala Lumpur () – Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Sarawak Raden Sigit Witjaksono menyerahkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang Sekolah Dasar (SD) Community Learning Center (CLC) Sarawak periode Januari-Juni 2022 di aula lantai 11 KJRI Kuching, Jumat (1/4).

Sigit mengatakan CLC merupakan lembaga pendidikan formal yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam rangka memberikan layanan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Sarawak, khususnya yang bekerja di sektor perkebunan.

"Dalam penyelenggaraannya, CLC SD di Sarawak menginduk pada salah satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), yaitu Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK)," katanya.

Pengajuan dana pengelolaan CLC peruntukkan 16 CLC jenjang SD di Sarawak yang berafiliasi pada SIKK.

"Bantuan Operasional CLC SD Tahun 2022 bersumber dari APBN yang dialokasikan melalui DIPA Direktorat Sekolah Dasar," katanya.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, dari penjaringan data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) diperoleh besaran bantuan operasional CLC SD di Sarawak 2022 sebesar RM290,319.79 dengan jangka waktu pengelolaan dana bantuan selama satu tahun anggaran.

"Pada termin pertama (periode Januari-Juli Tahun 2022, red.) disalurkan sebesar RM144,858.61," katanya.

Dasar penyaluran itu, DIPA Direktorat Sekolah Dasar Nomor: SP DIPA-023.03.1.666011/2022 tanggal 17 November 2021 Tahun Anggaran 2022 Satuan Kerja Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

"Komponen pembiayaan pada biaya operasional CLC jenjang SD harus mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP)," katanya.

Dia mengatakan dengan pengelolaan dana CLC tersebut dapat memastikan pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun bagi anak-anak PMI di Malaysia melalui layanan pendidikan di CLC dan menjamin peningkatan serta pemerataan mutu pendidikan pada penyelenggaraan CLC SD.

"Harapannya agar seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang maksimal, penyelenggaraan pendidikan pada 16 CLC di Sarawak berjalan dengan baik dan lancar, dan kebutuhan operasional CLC di Sarawak terpenuhi dengan tepat sasaran, baik secara kuantitas maupun kualitas yang sesuai dengan ketentuan pada SNP," katanya.

Dia mengatakan SIKK beserta jajaran diminta melakukan supervisi dan evaluasi pelaksanaan bantuan operasional CLC SD untuk memastikan pemanfaatan bantuan itu sesuai dengan petunjuk pelaksanaan.

Baca juga: KJRI dirikan CLC fasilitasi pendidikan anak-anak PMI di Malaysia

Kegiatan dihadiri Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Kuching Hasani Edelin dan staf, Kepala SIKK Dadang Hermawan, Kepala TU SIKK Sukma Sabdani, Staf Fungsi Pensosbud KJRI Kota Kinabalu Irham Rizani, Koordinator Penghubung (KP) CLC Sarawak Gaguk Dwi Saputro dan Lucky Fathria Jatnika, serta 16 orang pengelola beserta 16 pemegang Kas CLC.

Pada pukul 15.00 waktu Sarawak, konsul jenderal beserta rombongan mengadakan kunjungan kerja ke CLC Ladong, Simunjan milik perusahaan Tradewinds Sdn. Bhd.

CLC Ladong salah satu di 16 CLC penerima bantuan operasional sekolah membawahi tujuh TKB CLC dengan jumlah peserta didik keseluruhan yang terdaftar di dapodik 152 orang. Peserta didik di CLC Ladong berjumlah 45 orang dengan tenaga pendidik dua orang.

Kunjungan kerja sebagai bentuk komitmen dan optimalisasi dukungan dari Perwakilan RI di Kuching pada pelayanan pendidikan anak-anak PMI di Sarawak dengan melihat secara langsung aktivitas CLC Ladong dan mengintegrasikan visi serta misi pendidikan.

Kunjungan tersebut disambut oleh beragam kreativitas persembahan dari peserta didik CLC Ladong berupa tarian nus dan nyanyian yang dikolaborasi dengan musikalisasi puisi.

Baca juga: Staf KJRI Kuching jalani vaksin pertama
Baca juga: KJRI Kuching jemput seorang pekerja migran Indonesia di RSU Bintulu

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © 2022