Dengan adanya rangkaian hiburan kesenian itu, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke luar kota untuk menikmati malam pergantian tahun

Surabaya () – Serangkaian kegiatan kesenian tradisional mulai dari kesenian Ketoprak, Reog, Musik Akustik, Ludruk, dan Wayang Kulit siap meramaikan perayaan malam pergantian tahun 2022 menuju 2023 di Kota Surabaya, Jatim, Sabtu malam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya M. Fikser, Sabtu mengatakan ada banyak rangkaian agenda kesenian tradisional yang dapat dinikmati warga pada malam akhir tahun di komplek Balai Pemuda dan Alun-alun Surabaya mulai pukul 15.00 WIB – 22.00 WIB.

"Masyarakat bisa menikmati hiburan tersebut secara gratis di Balai Pemuda dan Alun-alun Surabaya. Dengan adanya rangkaian hiburan kesenian itu, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke luar kota untuk menikmati malam pergantian tahun," kata Fikser.

Fikser menjelaskan, secara detail rangkaian hiburan yang digelar di komplek Balai Pemuda yakno pada pukul 15.00 WIB – 17.30 WIB terdapat pagelaran Ketoprak di Gedung Balai Budaya yang diperankan oleh Grup Ketoprak Setyo Budoyo. Selain itu, di jam yang sama juga ada pertunjukan seni Reog di halaman tengah Alun-alun Surabaya.

Kemudian, pada pukul 19.00 WIB – 21.00 WIB akan dimeriahkan dengan tampilan musik akustik di Plaza Timur Alun-alun Surabaya. Bukan itu saja, pada jam yang sama warga juga bisa memilih opsi pertunjukan seni Ludruk di Gedung Balai Budaya.

"Masyarakat juga bisa menikmati pagelaran Wayang Kulit di Halaman Tengah Alun-alun Surabaya, mulai pukul 18.00 WIB – 22.00 WIB. Pertunjukan wayang tersebut akan didalangi oleh Slamet Pendik," ujar dia.

Fikser menambahkan, rangkaian kegiatan ini sudah digelar oleh Pemkot Surabaya sejak 17 Desember 2022 lalu. Hiburan tersebut dapat dinikmati gratis bersama keluarga sembari menikmati malam pergantian tahun.

"Selain itu, acara tersebut juga untuk mengenalkan budaya lokal pada generasi muda. Sesuai dengan harapan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi), jangan sampai generasi kita melupakan Budaya Arek," kata Fikser.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © 2022