Kemenag mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sudah menjalin kerja sama dengan Kemenag untuk mengintensifkan sertifikasi pembimbing manasik haji

Jakarta () – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar seleksi petugas pembimbing ibadah haji 1444 Hijriah/2023 Masehi lebih awal, agar mereka bisa ikut terlibat dalam proses bimbingan manasik haji.

"Peningkatan kualitas bimbingan manasik haji menjadi concern Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Menag bahkan minta agar rekrutmen pembimbing ibadah dilakukan lebih awal," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan ke depan Kemenag akan menambah jumlah pembimbing ibadah haji perempuan. Menurutnya, mayoritas jamaah haji Indonesia dari tahun ke tahun adalah kaum hawa.

Dengan demikian, kata dia, sudah semestinya jamaah haji perempuan mendapat pembimbing ibadah dari kalangan perempuan agar lebih efektif.

"Pembimbing perempuan akan lebih ditingkatkan kuantitasnya," katanya.

Di sisi lain, Kemenag mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sudah menjalin kerja sama dengan Kemenag untuk mengintensifkan sertifikasi pembimbing manasik haji.

Ia mengatakan bahwa sertifikasi pembimbing ibadah merupakan amanat Undang-Undang. Dia berkomitmen untuk menguatkan regulasi teknis terkait sertifikasi dari Keputusan Dirjen PHU menjadi Peraturan Menteri Agama (PMA).

"Transformasi digital dalam bimbingan manasik haji seyogyanya sudah mulai diterapkan. Kita perlu usahakan untuk memberikan bimbingan manasik yang menyenangkan, tidak membosankan," kata Hilman Latief.

Sebelumnya, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat menyoroti pentingnya pemerataan sebaran pembimbing ibadah haji yang bersertifikat. Saat ini, kata Arsad, keberadaan pembimbing manasik haji bersertifikat belum merata.

"Bahkan, ada daerah yang belum memiliki pembimbing manasik haji bersertifikat," katanya.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © 2022