Yogyakarta () – Letupan kembang api mengiringi perayaan pergantian tahun 2022 di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Sabtu dini hari.

Meski Pemda DIY secara tegas telah menyatakan larangan menyalakan kembang api, beberapa orang mengabaikan larangan itu dengan menyulut kembang api ukuran kecil hingga besar.

Warga yang tumpah ruah memadati kawasan pusat Kota Yogyakarta itu bersorak sorai sembari mengabadikan memomen tersebut dengan gawai.

Menjelang pukul 00.00 WIB, lalu lintas di kawasan Titik Nol Yogyakarta hingga Malioboro sempat tersendat dengan kerumunan orang menjejali ruas jalan kawasan itu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Noviar Rahmad mengakui personelnya tidak mampu membubarkan kerumunan di kawasan itu mengingat jumlah massa yang terlalu banyak.

"Massanya terlalu banyak, tak bisa kami urai," ujar Noviar.

Kandati demikian, menurut dia, personelnya telah mengamankan satu orang yang menyalakat kembang api.

"Ada satu orang yang kami amankan, termasuk barang bukti berapa kembang api yang terpaksa kami sita, kami bawa ke posko. Besok Senin kami minta datang ke kantor (Satpol PP), KTP sudah kami amankan," kata dia.

 

Seorang pengunjung menyalakan kembang api di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta saat pergantian tahun 2022, Sabtu dini hari. (/Luqman Hakim)

Kerumunan di Titik Nol Yogyakarta berangsur terurai mulai pukul 00.30 WIB setelah para pengunjung mulai meninggalkan lokasi.

Salah seorang pengunjung asal Bekasi Jawa Barat, Tatiana mengaku tidak khawatir tertular virus corona meski berada di tengah kerumunan.

Selain tetap menggunakan masker, ia mengaku telah mendapat suntikan vaksin COVID-19.

"Semoga vaksinnya manjur dan juga semoga saya nggak nulari. Saya prokes kok, cuma kerumunan ini ya mau gimana lagi," tutur perempuan berusia 24 tahun itu.

 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © 2022