Jakarta () – Pada Minggu (2/10) setidaknya 130 orang meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, dan gempa menyebabkan 962 rumah di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu ada warta mengenai penanganan korban tragedi Kanjuruhan dan dampak gempa di Tapanuli Utara yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Korban tragedi di Kanjuruhan menjadi 130 orang

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Efendi menyatakan bahwa jumlah korban yang meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bertambah menjadi 130 orang.

Pemerintah selidiki kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Efendi menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo memerintahkan pelaksanaan penyelidikan berkenaan dengan tragedi yang merenggut setidaknya 130 nyawa manusia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Jawa Timur fokus tangani korban tragedi Kanjuruhan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang fokus menangani korban tragedi yang terjadi di Stadion Kanjurukan, Kabupaten Malang, seusai laga Arema FC dan Persebaya pada 1 Oktober 2022. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa korban yang terluka dalam kerusuhan di stadion tersebut telah mendapatkan penanganan medis.

962 rumah rusak akibat gempa di Tapanuli Utara

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari mengatakan bahwa gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, menyebabkan satu warga meninggal dunia, 24 orang terluka, dan 962 rumah rusak.

Ribuan paket bantuan disalurkan ke Tapanuli Utara

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyalurkan sebanyak 6.188 paket bantuan kepada korban gempa bumi di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan bahwa paket bantuan disalurkan kepada warga di tujuh kecamatan di Tapanuli Utara.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2022