Jakarta () – Berita tentang serum antibisa ular untuk penanganan korban gigitan ular yang meningkat saat musim hujan di Lebak, Banten, mewarnai pemberitaan terpopuler bidang humaniora yang terjadi di Indonesia, Rabu kemarin (18/1/2023).

Selain itu, surat edaran Menteri Sosial Tri Rismaharini tentang larang eksploitasi lanjut usia untuk mengemis juga menarik dibaca untuk menambah wawasan Anda, pagi ini.

Berikut kami merangkum sejumlah berita humaniora terpopuler lainnya:

Serum anti bisa ular

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan seluruh atau 42 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di daerah itu memiliki stok serum antibisa ular (ABU) untuk penanganan korban gigitan ular yang biasanya meningkat saat musim hujan.

Para petani kerap kali menghadapi risiko gigitan ular berbisa dalam pembukaan ladang dan kebun mereka.

Baca selengkapnya di sini.

Larangan eksploitasi lansia untuk mengemis

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengeluarkan Surat Edaran ditujukan kepada pemerintah daerah untuk melarang eksploitasi warga lanjut usia (lansia), merespon maraknya lansia mengemis di sosial media.

Tidak hanya itu, pemda diminta untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi sosial, dan bantuan kepada para lanjut usia, anak, penyandang disabilitas maupun kelompok rentan lainnya yang telah menjadi korban eksploitasi melalui mengemis baik yang dilakukan secara luring maupun daring di media sosial.

Baca selengkapnya di sini.

Ekosistem digital kunci sukses pengelolaan JKN

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengemukakan jaringan ekosistem kesehatan digital, yang kokoh adalah kunci sukses pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurutnya, pelayanan tanpa tatap muka melalui berbagai kanal digital, sistem antrean online, konsultasi dokter online, telemedicine, hingga simplifikasi proses rujukan, terbukti kian memudahkan peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan.

Baca selengkapnya di sini.

Perubahan warna air laut di Selayar akibat plankton

Peneliti Oseanografi Universitas Hasanuddin Muhammad Farid Samawi menjelaskan fenomena perubahan warna air laut menjadi merah, cokelat, atau hijau, biasanya terjadi karena adanya penambahan zat ke dalam lingkungan laut.

Fenomena alami itu, menurut dia, biasanya terjadi upwelling. Upwelling adalah pengangkatan massa air dari dasar ke permukaan yang menambah konsentrasi nutrien di permukaan, sehingga memacu bertumbuhnya fitoplankton.

Baca selengkapnya di sini.

Biota laut sebagai bahan baku obat

Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FF UI) bekerja sama dengan Pusat Riset Vaksin dan Obat, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan bahan baku obat dari biodiversitas bahan alam Indonesia, termasuk biota laut.

Kerja sama itu melingkupi pertukaran informasi dan keahlian dalam bidang biologi farmasi (studi metabolomik pemurnian, uji bioaktivitas, dan elusidasi struktur kimia).

Baca selengkapnya di sini.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © 2023