Jakarta () – Pada Rabu (19/10) pejabat Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa penjualan obat berbentuk sirup dihentikan sementara selama penyelidikan kasus gagal ginjal akut pada anak, hoaks soal daftar obat mengandung senyawa berbahaya beredar di media sosial, dan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga sudah mencakup 64,63 juta penduduk.

Selain itu ada warta mengenai status keluarga Indonesia dan kolaborasi untuk mengatasi ancaman terhadap biodiversitas yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Penjualan obat sirup dihentikan sementara selama investigasi
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa pemerintah menginstruksikan penghentian sementara penjualan obat sirup di seluruh apotek selama pelaksanaan investigasi risiko infeksi menyusul munculnya kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyatakan bahwa daftar obat mengandung senyawa berbahaya yang beredar di platform media sosial tidak benar. Kementerian Kesehatan menyatakan tidak pernah mengeluarkan daftar nama-nama obat beserta kandungan senyawanya sebagaimana yang beredar di platform media sosial.

Vaksinasi COVID-19 dosis ketiga sudah mencakup 64,63 juta penduduk

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan penduduk Indonesia yang telah mendapat vaksinasi COVID-19 dosis ketiga pada Rabu mencapai 64.636.490 orang, bertambah 44.428 orang dari hari sebelumnya.

Keluarga di Indonesia masuk dalam kategori berkembang

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa hasil IBangga Tahun 2021 menunjukkan keluarga Indonesia masih masuk dalam kategori berkembang, belum mencapai kategori tangguh.

G20 RIIG dorong kolaborasi cegah kepunahan biodiversitas

Pertemuan Inisiatif Riset dan Inovasi G20 atau G20 Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG) 2022 mendorong kolaborasi untuk berbagi infrastruktur, fasilitas, dan pendanaan dalam riset dan inovasi keanekaragaman hayati, terutama yang ditujukan untuk mencegah kepunahan biodiversitas.

 

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2022