Jakarta () – Pada Jumat (11/11) menteri kesehatan negara-negara anggota G20 menyepakati penyediaan dana darurat untuk penanggulangan pandemi dan harmonisasi protokol kesehatan semasa pandemi.

Selain itu, ada warta mengenai dampak polusi udara dan kondisi jalur pendakian Gunung Kerinci yang dapat disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Menteri kesehatan negara-negara anggota G20 menyepakati penyiapan pandemic fund, pendanaan darurat untuk mengatasi kesenjangan anggaran dalam penanganan dampak pandemi COVID-19. Hingga saat ini sudah ada komitmen penyediaan 1,4 miliar dolar AS dari 20 negara donor dan tiga filantropi untuk pendanaan pandemi.

Dana pandemi diharapkan perkuat kapasitas negara

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan bahwa pendanaan darurat pandemi yang disiapkan oleh negara-negara anggota G20 diharapkan dapat memperkuat kapasitas negara berpenghasilan menengah ke bawah dalam menghadapi dampak pandemi. "Kita ingin sumber dana, karena pengalaman COVID-19, kita menyadari keterbatasan dana ini menjadi persoalan besar bagi kita, maka kita membentuk pandemic fund," katanya.

G20 dukung harmonisasi protokol kesehatan antarnegara

Negara-negara anggota G20 mendukung harmonisasi protokol kesehatan antarnegara guna menjaga stabilitas perekonomian pada masa pandemi. Harmonisasi protokol kesehatan yang dimaksud mencakup kerja sama dalam sertifikasi berkenaan dengan perjalanan orang antar-negara.

Polusi udara berdampak pada kondisi kesehatan dan ekonomi

Yayasan Institut Sumber Daya Dunia Indonesia menyatakan bahwa polusi udara berdampak pada kondisi kesehatan maupun ekonomi. Hasil studi Bank Dunia menunjukkan polusi udara menyebabkan penurunan kondisi kesehatan dan produktivitas warga, dan kondisi ini berimplikasi pada kondisi perekonomian warga.

Jalur pendakian Gunung Kerinci tertutup abu

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat menyatakan bahwa jalur pendakian menuju ke puncak Gunung Kerinci melalui Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, tertutup abu vulkanik setebal 5 cm.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2022