Jakarta () – Pada Rabu (28/12), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan peringatan dini perihal potensi kondisi cuaca ekstrem pada akhir tahun serta Badan Riset dan Inovasi Nasional menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk menekan dampak cuaca ekstrem terhadap pengoperasian sarana transportasi darat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Selain itu ada warta mengenai antisipasi kondisi cuaca ekstrem, penderita COVID-19 berkeliaran di tempat umum, dan konservasi orangutan yang dapat disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

BMKG minta warga waspadai dampak hujan lebat pada akhir tahun

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta warga mewaspadai dampak hujan lebat yang diprakirakan terjadi di sejumlah daerah pada akhir tahun. Menurut prakiraan berbasis dampak, sebagian wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur selama periode 28 sampai 30 Desember 2022 statusnya siaga menghadapi dampak hujan lebat.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprakirakan kondisi cuaca ekstrem melanda bagian wilayah Jawa Barat selama pergantian tahun, dari 29 Desember 2022 sampai 4 Januari 2023.

BRIN lakukan modifikasi cuaca selama libur Natal dan Tahun Baru

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan teknologi modifikasi cuaca guna menekan dampak cuaca ekstrem terhadap operasional sarana transportasi darat selama libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di tiga titik rawan banjir Jawa Barat, yakni jalur transportasi darat di Jembatan Cipunegara serta ruas tol KM 136 dan KM 151 Tol Cipali.

Penderita COVID-19 didapati berkeliaran di fasilitas umum

Kementerian Kesehatan mendapati sedikitnya 247 penderita COVID-19 berkeliaran di fasilitas umum berdasarkan data dari aplikasi PeduliLindungi dalam dua pekan terakhir.

Tanjung Keluang dijadikan lokasi konservasi orangutan

Taman Wisata Alam Tanjung Keluang di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dijadikan sebagai lokasi baru konservasi orangutan di Kalimantan Tengah. 
 

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2022