Kasus Corona di Kalbar Tambah 22, 5 Pasien Baru dari Klaster Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson.

Pontianak

Kasus terkonfirmasi positif Corona di Kalimantan Barat bertambah 22 orang. Lima di antaranya berasal dari klaster RSUD Dr Soedarso.

“22 orang ini di Pontianak ada 12 orang, Kubu Raya 5 orang, Mempawah 3 orang, Singkawang 1 orang dan luar wilayah 1 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Kamis (17/9/2020).

Sebanyak 22 kasus tambahan positif ini berdasarkan hasil laboratorium RS Untan, TCM Rumah Sakit Soedarso, dan TCM RS Abdul Azis Singkawang. Harisson menyebut khusus lima kasus dari Pontianak merupakan klaster baru di rumah sakit.

“Aktivitas pelayanan di Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Dr Soedarso tidak terganggu sama sekali karena lima orang ini sehari-hari beraktivitas sebagai tenaga administrasi,” ujar Harisson.

“Kelimanya mengalami demam, batuk, pilek, kehilangan penciuman. Tapi saat alami kondisi itu kelimanya tidak melapor ke manajemen atau atasannya, sehingga kelimanya alami sesak nafas dan kemudian dirawat. Saat dirawat itulah ketika di TCM, ternyata positif COVID-19,” ujarnya.

Baca juga: Ini Pertimbangan Pemerintah Tetapkan 9 Provinsi Prioritas Penanganan COVID-19

Karena tidak melapor, pegawai RS yang ternyata positif Corona itu masih pergi ke kantor dalam kondisi sakit. Dan, setelah dilakukan tracing serta pemeriksaan swab, ternyata ada empat stafnya juga positif COVID-19.

“Jadi pasien ini menularkan ke empat stafnya sehingga menjadi 5 orang pasien COVID-19 di manajemen RS Dr Soedarso. Lima pasien klaster RS Dr Soedarso ini dirawat di rumah sakit Soedarso karena kelimanya memiliki gejala sama, yakni demam, pilek dan batuk. Yang kita takutkan kelimanya alami sesak,” katanya.

Selain itu, terang Harisson, ada klaster Munzalan yang diawali karena pasien berinisial ML ini melakukan banyak sekali perjalanan keluar dan masuk kota, dimulai tanggal 25 Agustus lakukan perjalanan dari Pontianak ke Pangkalpinang, tanggal 27 Pontianak ke Pangkalpinang, dari Pangkal Pinang ke Jakarta, transit menuju ke Medan.

Kemudian tanggal 28 Agustus dari Medan ke Aceh. Tanggal 29 dari Aceh ke Jakarta, tanggal 30 Agustus dari Jakarta ke Pontianak. Tanggal 2 September perjalanan ke Sanggau, dan tanggal 7 September baru mengalami gejala demam, hingga dirawat di Rumah Sakit Anugrah Bunda Khatulistiwa (ABK).

“Jadi kita lihat di sini, kasus konfirmasi ini banyak lakukan perjalanan keluar daerah, terutama daerah luar Kalbar. Jika merasa tak penting-penting benar, tak perlu lakukan perjalanan keluar Kalbar karena di luar Kalbar sangat berisiko tertular COVID-19,” ujarnya.

Baca juga: DKI-Jabar Tertinggi, Ini Sebaran 3.635 Kasus Baru COVID-19 RI 17 September

Harisson menambahkan ada satu kasus COVID-19 yang merupakan pekerja di PLTU Bengkayang. Satu kasus ini di luar wilayah Kalbar dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Abdul Azis Singkawang.

“Secara keseluruhan kasus COVID-19 di Kalimantan Barat tercatat 825 orang positif, 670 orang sembuh, dan 7 orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Rumah Sakit Dr Soedarso merawat pasien COVID-19 ada 14 orang, RS Abdul Aziz Singkawang 4 orang, Rumah Sakit Agoes Djam Ketapang 1 orang, Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soejarwo 1 orang, Rumah Sakit Syarif Alqadrie 2 orang.

“Terjadinya peningkatan kasus COVID-19 ini karena masifnya pemeriksaan atau testing melalui swab di setiap kabupaten/kota sebanyak 200 sampel per minggu, sehingga jumlah sampel ini terlihat masih longgarnya penerapan protokol kesehatan COVID-19 dan saat ini Kalbar masih zona kuning,” tegasnya.

Sementara untuk satu pasien COVID-19 terdata dari Jakarta ke Pontianak yang datang melalui Bandara Internasional Supadio dengan penerbangan Citilink pada 11 September 2020.

“Ternyata penumpang ini positif COVID-19, dia datang bersama seorang temannya dan merupakan pekerja di ruko Ayani Mega Mall, setelah hasil pemeriksaan swab diketahui dan terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan Kota Pontianak menghubungi pasien ini untuk diisolasi namun pasien ini menolak dengan bersembunyi,” ungkap Harisson.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak bersama Polresta Pontianak dan Kodim 1207/ BS melakukan pelacakan dan pencarian, dan pada Kamis (17/9/2020) pasien ini ditemukan petugas pada pukul 10.00 WIB.

“Pasien ini bersembunyi di ruko tempatnya bekerja, setelah itu pasien berinisial A bersama temannya yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah langsung dibawa menuju perawatan isolasi COVID-19 di Rusunawa Nipah Kuning,” tutupnya.

(idn/idn)

Next Post

Polisi Cek CCTV Selidiki Kematian Briptu Andry di Jaktim

Kam Sep 17 , 2020
Jakarta – Polisi masih menyelidiki kematian Briptu Andry Budi Wibowo yang ditemukan tewas di jalan raya di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Polisi tengah mencari CCTV agar mendapatkan petunjuk terkait kematian korban tersebut. “Kita sedang mencari CCTV karena memang ini tempat yang sepi dan masih agak setengah gelap. Nanti kita tunggu […]