Kali Pertama Bupati di Riau Terkonfirmasi Corona

Poster

Jakarta

Jumlah kasus COVID-19 di Riau hari ini bertambah 106 dengan total menjadi 2.030 kasus. Untuk pertama kalinya, kepala daerah di Riau terkonfirmasi virus Corona.

“Informasi per hari ini di Provinsi Riau terdapat penambahan 106 kasus terkonfirmasi COVID-19. Kabar baiknya, terdapat penambahan 10 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh,” kata Kadinkes Riau, Mimi Yuliani Nazir kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Bukti Kelakuan Pemburu Bejat, Harimau Mati dengan Leher Terjerat

Mimi menjelaskan, kabar dukanya terdapat penambahan 1 pasien yang dinyatakan meninggal dunia karena COVID-19. Saat ini total terkonfirmasi 2.030 kasus, isolasi mandiri 532 orang, rawat di RS 423 orang, sembuh 1.039 orang dan 36 meninggal dunia.

“Suspek yang isolasi mandiri berjumlah 6.214 orang, isolasi di RS berjumlah 68 orang, selesai Isolasi berjumlah 10.301 orang, meninggal dunia berjumlah 43 orang. Total suspek berjumlah 16.626 orang. Spesimen di periksa berjumlah 843 sampel dan jumlah orang di periksa berjumlah 606 orang,” kata Mimi.

Baca juga: Doa dan Dukacita Gus Mus-Buya Syafii untuk Dokter yang Gugur Lawan Corona

Terkait kabar, Bupati Rokan Hilir (Rohil) Suyatno menjadi salah satu pasien terkonfirmasi Corona hari ini. Mimi tidak membantah hal tersebut.

“Iyo,” kata Mimi.

“Kan sudah ada di rilis,” tuturnya.

Dilihat com, dalam rilis tertulis pasien nomor 2.015 terkonfirmasi COVID-19 di Riau adalah Tuan S (61). Disebutkan Tuan S merupakan warga Kabupaten Rokan Hilir.

Tuan. S (61) melakukan pemeriksaan swab di Kota Pekanbaru pada tanggal 31 Agutus. Saat ini sudah melakukan isolasi mandiri.

(cha/dwia)

Next Post

KPU Kabupaten Lampung Timur larang bakal calon ajak massa saat daftar

Rab Sep 2 , 2020
Massa pendukung yang boleh dibawa bakal pasangan calon maksimal 30 orang Lampung Timur – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Timur menyampaikan ketentuan penerapan protokol kesehatan saat pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah mulai Jumat sampai dengan Minggu (6/9), di nya dilarang membawa arak-arakan massa mengingat masih masa pandemi COVID-19. "Ketentuan […]