Kabaharkam Polri Pantau Langsung Proyek Sirkuit Mandalika di NTB

Polda NTB

Jakarta

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Agus Andrianto mengunjung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB, hari ini. Dalam lawatannya tersebut, Agus mendatangi proyek Sirkuit Mandalika yang akan menjadi tempat perhelatan balap motor dunia, MotoGP 2021.

Dalam kunjungan tersebut Agus didampingi oleh Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Managing Director The Mandalika I Wayan Karioka. Agus pun memastikan, POLRI-TNI akan mengawal dan memastikan pembangunan investasi Sirkuit Mandalika berjalan lancar dan terkendali.

“Untuk itulah, saya bersama rombongan Baharkam Polri turun meninjau,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2020).

Eks Kapolda Sumatera Utara itu pun memprediksi Sirkuit Mandalika dapat rampung dalam waktu dekat, dan apabila sudah selesai makan nama Indonesia khususnya NTB akan mendunia.

Untuk itu, eks Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim ini berharap warga NTB bisa mendukung dan mensukseskan pembangunan investasi yang ada di sekitar proyek, sebab Agus melihat masih ada sengketa tanah yang belum terselesaikan.

“Beberapa waktu lalu memang ada kendala. Tetapi tinggal menyisakan 5 persen saja,” kata Agus.

Di sisi lain, Managing Director The Mandalika I Wayan Karioka menjelaskan proses pengerjaan lapis pondasi bawah sirkuit sudah mencapai 95 persen. Setelah itu, pihaknya akan mengerjakan lapisan atas, yang dilanjutkan dengan pengaspalan dengan target rampung total pada Januari 2021.

“Penyelenggara MotoGP Dorna Sport akan melakukan pemeriksaan. Termasuk persiapan uji coba sirkuit. Kalau sudah siap semua, maka barulah MotoGP digelar,” kata Karioka.

Karioka menilai sirkuit Mandalika menjadi satu-satunya sirkuit di dunia yang dibangun di areal objek pariwisata. Meski demikian, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat masih ada sengketa lahan yang sedang diselesaikan.

Karioka pun memastikan, ITDC tetap mengedepankan pendekatan kekeluargaan. Dia juga memastikan harga lahan bukan ditentukan ITDC atau pemerintah, melainkan tim appraisal.

“Terkait sisa masalah lahan lima persen, kami pastikan dalam waktu dekat ini selesai,” kata Karioka.

Ia pun menuturkan masyarakat yang merasa keberatan juga dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum. Namun, Karioka menekankan, di tengah pandemi ini, keberadaan sirkuit dan investasi lain di KEK Mandalika, akan memberikan keuntungan bagi masyarakat NTB di antaranya menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru.

“Dampak COVID-19 ini tidak saja kesehatan, tetapi ekonomi sehingga KEK Mandalika inilah harapan kita,” jelas dia.

(ega/ega)

Next Post

Pengamat politik: komitmen tangani COVID-19 jadi daya tarik pemilih

Ming Nov 8 , 2020
Manado – Pengamat politik Universitas Sam Ratulangi Manado, Dr Ferry Liando, mengatakan komitmen kepala daerah dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih saat pilkada. "Kami memberikan apresiasi kepada KPU Sulut yang mengangkat topik penanganan, pencegahan dan pengendalian COVID-19 pada debat publik perdana pilgub Sulut," sebut Ferry […]