Pontianak () – Warga dari berbagai tempat melakukan tradisi ziarah kubur dengan mendatangi berbagai tempat pemakaman umum menjelang Ramadhan 1443 Hijriah di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. 

"Bulan Syakban menjelang Ramadhan ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam karena akan banyak masyarakat yang datang untuk ziarah ke makam sanak familinya," kata seorang pengurus TPU Sungai Bangkong Kota Pontianak, Iman, di Pontianak, Rabu (30/3).

Dia menyatakan dibandingkan dengan tahun kemarin, kedatangan para peziarah ke TPU setempat mengalami peningkatan, lain karena situasi dampak pandemi COVID-19 tahun ini yang tidak terlalu parah.

"Setiap hari saya mengurus TPU, seperti membersihkan dan menebas rumput yang menutupi makam. Di samping itu saya juga menerima jasa membersihkan makam dan biasa juga menjual bunga," katanya.

Ia mengaku tidak tidak menetapkan tarif tertentu sebagai jasa membersihkan makam dari keluarga yang berziarah ke TPU tersebut.

Ia juga mengaku terus mengurus TPU ini walaupun banyak korban meninggal karena COVID-19 dimakamkan di tempat tersebut.

"Saya tidak khawatir selama mengurus TPU ini walaupun banyak korban meninggal karena COVID-19. Selama niat kami baik membantu dan menerapkan prokes insyaallah akan selalu dilindungi," katanya.

Seorang peziarah, Eni, mengaku selalu berziarah ke TPU setempat menjelang Ramadhan.

Ia menilai TPU Sungai Bangkong Kota Pontianak lebih rapi dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya petugas makam tersebut.

"Ziarah kubur ini sudah menjadi tradisi Kota Pontianak sejak dulu ketika menyambut Bulan Puasa, dan kalau lagi senggang saya ke sini membersihkan makam keluarga saya," kata dia.

Dia menyatakan untuk makam keluarganya dibersihkan sendiri, sedangkan kebanyakan orang yang menggunakan jasa pembersih makam karena berasal dari luar kota setempat sehingga keluarganya tidak bisa langsung membersihkan makam tersebut.

Baca juga: Umat Muslim Bali ziarah kubur jelang Ramadhan
Baca juga: TPU Pondok Kelapa ramai didatangi peziarah jelang Ramadhan

Pewarta: Andilala
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © 2022