Hilang Sebulan Bawa Uang-Emas, Nenek Sewa Ditemukan Tewas di Hutan Kaltim

Polisi menemukan Nenek Sewa dalam kondisi tewas di hutan di daerah Samarinda (dok. Istimewa)

Samarinda

Polisi menemukan nenek Sewa (65) dalam kondisi tewas setelah hilang sejak awal September lalu. Jasad nenek Sewa ditemukan di sekitar hutan kawasan Balik Buaya, Samarinda, dalam kondisi tak utuh.

“Korban ditemukan di kawasan hutan tambang batu bara ini pada Selasa (13/10) sore oleh seorang warga yang sedang merintis rumput tak jauh dari kediamannya,” jelas Kanit Inafis Polresta Samarinda Ipda Yitno Hadi Kusumo, Rabu (14/10/2020).

Jasad nenek Sewa ditemukan di hutan di kawasan Kelurahan Bukuan, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Jasad nenek Sewa telah dievakuasi tim Inafis Polresta Samarinda.

Baca juga: Cari Klarifikasi Video Mesum Bikin Bupati Mimika Jadi Tersangka

“Malam harinya langsung kami evakuasi dengan membawa kelurga korban, dari pakaian dan barang yang di bawa keluarga korban meyakini jasad itu merupakan anggota keluarganya,” kata Aipda Harry Cahyadi, tim Inafis yang ikut melakukan evakuasi.

Herry menerangkan saat ditemukan, kondisi jasad nenek Sewa berada di potongan pohon dengan posisi menyandar. “Posisinya menyandar dengan kondisi sudah tak utuh lagi,” ucapnya.

Diketahui saat dikabarkan menghilang, nenek Sewa membawa uang sekitar Rp 16 juta dan perhiasan emas berupa anting, gelang, cincin, dan kalung. Nenek Sewa tinggal bersama keluarga di Kawasan Balik Buaya, Jalan Rambutan, RT 45, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.

Baca juga: JK Yakin Semua Konflik Bisa Diselesaikan dengan Damai Termasuk soal Papua

“Semua barang berharganya masih utuh, masih melekat di jasadnya, tidak ada yang hilang,” terangnya.

Selanjutnya jasad Nenek Sewa dibawa ke RSUD AWS Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Penyebab pasti kematian korban masih akan kami dalami,” pungkasnya.

(jbr/jbr)

Next Post

Pelajar Ikut Demo, Anies: Guru Bisa Beri Tugas Siswa Kaji UU Cipta Kerja

Kam Okt 15 , 2020
Jakarta – Sejumlah pelajar mengikut aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan guru bisa mengarahkan dengan memberikan tugas untuk mengkaji UU Cipta Kerja. “Nanti kalau sekolahnya sudah mulai nanti gurunya bisa kasih tugas kok. Kaji ini soal UU Cipta Kerja di mana […]