Gubernur Sumsel Minta Petani di Banyuasin Tanam Porang

Gubernur Sumsel Herman Deru

Palembang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan telah menetapkan Kabupaten Banyuasin sebagai sentra budidaya tanaman porang. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan pada komoditas pertanian tersebut.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (HD) mengatakan pihaknya bakal menjadikan Banyuasin yang merupakan daerah penghasil padi itu menjadi daerah percontohan. Mengingat adanya potensi yang bisa digali lagi di daerah itu.

Baca juga: Denda Rp 500 Ribu bagi Warga Tak Bermasker di Sumsel Berlaku Hari Ini

“Target besarnya Banyuasin dapat menjadi sentra tanaman umbi porang khususnya di Indonesia. Apalagi kalau dilihat, sejauh ini budidaya porang sangat menjanjikan,” kata HD saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (17/9/2020).

Menurut HD, porang dapat diolah menjadi produk pengganti beras, baik bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air dan bahan untuk pembuatan lem. Padahal porang itu telah menjadi komoditi lama dikelola para petani meskipun tidak populer.

“Sebetulnya tanaman ini nggak asing lagi. Hanya saja selama ini belum pernah dibudidayakan. Oleh karena itu kami mendorong pengembangannya,” kata HD.

Kini, mantan Bupati OKU Timur 2 periode itu optimis porang dapat dibudidayakan lewat lahan-lahan kosong yang tak produktif. Dia meminta budidaya beriringan, namun tidak menggantikan pertanian lain.

“Jangan sampai karena kita ingin nanam porang ini justru mengganggu pertanian lain. Lahan yang sudah produktif justru dibabat dan diganti porang. Itu tidak boleh terjadi,” kata HD.

Untuk itu, HD menginstruksikan kepada dinas terkait memetakan kawasan mana yang bisa dijadikan lahan untuk porang. Selanjutnya, HD akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian.

Baca juga: Tak PSBB Lagi Seperti DKI, Pemprov Sumsel Pilih Perketat Protokol Kesehatan

Sementara itu Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan porang dapat menjadi tanaman pendukung kebun karet. Kini, petani di Sumsel masih banyak menanam karet.

“Saat ini banyak petani, khususnya petani karet yang menanam porang di antara tanaman utama dengan memanfaatkan bibit yang diambil dari pinggiran hutan. Itu ada di pertanian karet dan sejenisnya,” ujar Rudi.

(ads/ads)

Next Post

Polisi Militer Ikut Olah TKP Kematian Briptu Andry di Jaktim, Ada Apa?

Jum Sep 18 , 2020
Jakarta – Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP terkait kematian Briptu Andry Budi Wibowo (29) di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Dalam olah TKP itu, Polisi Militer (POM) ikut terlibat. Ada apa? Olah TKP tersebut dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polres Jaktim di Jalan Sapi Perah, Pondok Ranggon, Jaktim, Kamis […]