Gagal Maju Pilkada Sigi, Ilyas Nawawi Dinyatakan Postif Corona

poster

Jakarta

Satgas COVID-19 Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menyebutkan bahwa pasien yang terkonfirmasi positif virus Corona bertambah. Salah satunya Ilyas Nawawi, bakal calon perseorangan pada Pemilihan Bupati Sigi yang sebelumnya dinyatakan gugur oleh KPU Sigi.

“Pasien terkonfirmasi benar, dari hasil tracking ada riwayat perjalanan dari Jakarta,” ungkap Jubir COVID-19 Kabupaten Sigi, dr Rika saat dikonfirmasi melalui via whatsapp pada, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Sembuh dari COVID-19, Calon Kepala Daerah Trenggalek Jalani Tes Kesehatan

Menurut Rika, hari ini ia mendapatkan informasi ataupun laporan dari pihak Puskesmas Biromaru bahwa hasil tracking menyebutkan ada sebanyak 14 orang yang kontak erat dengan pasien. Kini pasien jalani perawatan medis di RS. Madani Palu.

“Untuk 14 orang yang kontak erat dengan pasien akan ditindak lanjuti besok. Dan juga yang bersangkutan merupakan pasien terkonfirmasi hari ini,” ucapnya.

Diketahui bahwa pasien tersebut adalah Ilyas Nawawi. Ia bersama pasangannya Hutapea dinyatakan gagal ikut dalam Pemilihan Bupati Sigi dan Wakil Bupati Sigi pada Pilkada 2020 oleh KPUD Sigi.

Ketua KPU Sigi, Hairil menjelaskan, berdasarkan berita acara KPU Sigi model BA.7-KWK, perbaikan bakal pasangan Calon Perseorangan Ilyas Nawawi, dan Uhut Hutapea mendapat jumlah dukungan sebanyak 12.271.

Baca juga: Mesra Jokowi-Fahri Hamzah Berlanjut ke Panggung Pilkada

“Oleh karena Bakal Pasangan Calon Perseorangan Ilyas Nawawi dan Uhut Hutapea, tidak memenuhi syarat jumlah minimal dukungan sebanyak 16.411 dukungan,” jelas Hairil.

Diketahui juga syarat jumlah dukungan berdasarkan keputusan KPU Kabupaten Sigi Nomor 136/PL.02-Kpt/7210/KPU-Kab/X/2019, pasangan calon perseorangan harus mendapat dukungan sebanyak 16.411 dengan sebaran 8 Kecamatan dari 15 Kecamatan di wilayah Kabupaten Sigi.

(dwia/dwia)

Next Post

Kejagung Berencana Gabungkan Berkas Djoko Tjandra dengan Bareskrim

Sab Sep 19 , 2020
JAKARTA – Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana untuk menggabungkan berkas perkara tersangka Djoko Tjandra dengan Bareskrim Mabes Polri. Penggabungan berkas dinilai tak melanggar undang-undang. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Ali Mukaryono mengatakan, setelah berkas perkara Jaksa Pinangki Sirna Malasari dilimpahkan selanjutnya menelesaikan berkas Djoko […]