Dukung Siswa Belajar Online, Pemkab Aceh Tamiang Pasang WiFi Gratis di Masjid

Warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur gotong royong membangun tenda pintar. Di tenda ini pelajar mendapat WiFi gratis untuk belajar online.

Banda Aceh

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang bakal menyediakan fasilitas wireless fidelity (WiFi) gratis di masjid-masjid untuk memudahkan siswa belajar daring (online). Siswa diperbolehkan mengakses internet gratis sambil menunggu waktunya ‘Magrib Mengaji’.

“Anak-anak nantinya bisa diarahkan untuk salat berjamaah di masjid pada Asar, sembari menunggu masuknya waktu Magrib untuk melaksanakan program Maghrib Mengaji. Mereka atau orang tua yang mendampingi anaknya di masjid bisa menggunakan akses internet gratis ini untuk melakukan aktivitas belajar anak secara daring,” kata Bupati Aceh Tamiang Mursil, Senin (24/8/2020).

Mursil bersama Dinas Pendidikan dan pihak terkait sudah menggelar rapat untuk membahas pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam rapat tersebut diketahui saat ini Aceh Tamiang belum memungkinkan menggelar sekolah tatap muka.

Baca juga: Sejumlah Warga di Indonesia Berbagi Internet bagi Murid Tak Mampu Beli Kuota

“Kondisi zona di Aceh Tamiang tidak memungkinkan kita untuk melakukan sekolah tatap muka, melalui rapat ini kita akan cari solusi bersama bagaimana aktivitas belajar melalui jarak jauh dapat efektif dan berjalan maksimal,” jelas Mursil.

Bila digelar sekolah daring, ada sejumlah persoalan muncul. Mursil menyebut, adanya orang tua siswa tidak sanggup membeli kuota internet agar anak mereka dapat belajar.

Untuk memudahkan proses belajar mengajar, Mursil meminta fasilitas internet uang yang ada di kantor kepala desa agar dipindahkan ke masjid atau surau. Untuk desa yang belum ada fasilitas internet, maka bakal langsung dipasang di masjid.

Baca juga: Siswa di Banda Aceh Lanjut Belajar dari Rumah, Orang Tua Jadi Guru Kedua

“Fasilitas pendukung yang dibutuhkan ialah penggunaan akses internet yang pada faktanya orangtua tidak semuanya memiliki kemampuan untuk selalu membeli kuota internet,” ujar Mursil.

“Solusi ini saya rasa tepat agar program PJJ berjalan efektif, dan mengurangi keluhan para orangtua murid yang tidak mampu untuk membeli kuota internet,” sambung Mursil.

(agse/jbr)

Next Post

Amien Rais dkk Cabut Gugatan UU Corona di MK

Sen Agu 24 , 2020
Jakarta – Amien Rais, Din Syamsuddin, dan penggugat lainnya, mencabut gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pencabutan gugatan dipastikan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK). MK menggelar sidang klarifikasi pada Senin (24/8/2020). Wakil Ketua […]