Debat Pilwakot Makassar, Semua Paslon Sepakat Toleransi Melalui Edukasi

Suasana Masjid Terapung Amirul Mukminin di Anjungan Pantai Losari yang telah ditutup untuk umum saat matahari tenggelam di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/4/2020). Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam percepatan penanganan COVID-19 di Kota Makassar akan diterapkan pada Jumat (24/4/2020) mendatang.

Jakarta

Debat I Pilwalkot Makassar memasuki tema soal toleransi dan pluralisme. Pada debat publik ini, semua paslon sepakat toleransi harus diawali dari pendidikan ke masyarakat.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar Ariffudin Ahmad, selaku panelis dalam debat ini menanyakan soal kebijakan para paslon dalam menjamin damai, aman dan tentram dan terhindar dari isu SARA. Pada kesempatan pertama, paslon nomor urut 4, Irman Yasin Limpo mengatakan bahwa toleransi tidak hanya diajarkan tetapi juga dicontohkan.

Baca juga: Akhir Debat Pilwakot Makassar, Appi Sebut Korban Penusukan Pendukungnya

“Menanamkan pikiran psikologis terhadap toleransi, tidak bisa dirapatkan tetapi penanganan toleransi melalui edukasi, sosialisasi, dan interaksi dengan tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan,” kata None sapaan akrab Irman di Jakarta, Sabtu (6/11/2020).

“Kita buat epicentrum pemuda kembali masjid dan gereja, dan tempat ibadah lainnya untuk kaum milenial,” imbuhnya.

Baca juga: Debat Pilwalkot Makassar, Deng Ical Gagas Transportasi Sungai Tallo-Jeneberang

Sementara itu, paslon Danny Pomanto-Fatmwati menyinggung soal isu radikalisme. Menurutnya, semua agama yang berada di Makassar akan mencegah radikalisme. Dia juga menyinggung peran lembaga pendidikan yang berperan aktif dalam mencegah aksi intoleransi di masyarakat.

“Isu toleransi paling hakiki. pada saat kita sampaikan visi misi terdapat kata inklusif bahwa toleransi berada pada semua visi dan misi,” kata dia.

Selanjutnya

Halaman
1
2

Next Post

Pilkada di Tengah Pandemi, Paslon Perlu Disiplin Protokol Kesehatan

Sab Nov 7 , 2020
Jakarta – Anggota Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin menilai sejumlah pelaksanaan Pilkada telalh mematuhi protokol kesehatan (prokes). Oleh karena itu, menurutnya Pilkada yang sudah memasuki tahapan kampanye dan debat kandidat harus diapresiasi. Namun seluruh pihak yang berkepentingan terhadap Pilkada Serentak tahun 2020 diminta untuk tidak lengah dengan tetap disiplin […]