Bully Pemateri, 10 Maba Untad Digugurkan dari Kegiatan Pengenalan Kampus

Mahasiswa baru Untad membully pemateri saat orientasi pengenalan kampus dilakukan secara daring

Palu

Sebanyak 10 mahasiswa baru (maba) Universitas Tadulako (Untad) di Palu, Sulawesi Tengah digugurkan dari kegiatan orientasi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020. Hal itu disebabkan adanya komentar negatif dari mahasiswa hingga mengarah bullying kepada pemateri saat kegiatan berlangsung secara daring atau melalui streaming YouTube.

Pengumuman hasil keputusan pihak panitia penyelenggara PKKMB Untad 2020 bersama Komisi Disiplin Untad terkait aksi tidak terpuji dari 10 maba tersebut, diedarkan melalui akun resmi media sosial Untad.

Baca juga: 3 Anggota SAR yang Hilang Saat Pencarian di Gunung Tambusisi Ditemukan Selamat

“Dari hasil rapat antara panitia dan Komisi Disiplin Untad serta melihat sejumlah bukti komentar yang ke bullying saat kegiatan berlangsung memutuskan bahwa ke-10 maba itu harus digugurkan. Informasi yang saya dapatkan, bahwa komentar tersebut saat kegiatan pembukaan PKKMB digelar,” kata Ketua Komisi Displin Untad, Abd Kadir Patta, Selasa (22/9/2020).

Menurut Abd Kadir, komentar tidak terpuji itu dilakukan pada hari pertama pembukaan kegiatan PKKMB, yang berlangsung pada 21-23 September 2020. Kini, status kemahasiswaan ke-10 maba yang melakukan tindakan bullying tersebut sedang diproses oleh pihak kampus.

Baca juga: Teguran ‘Hai Bosku’ Dibalas Senyum Berujung Pengeroyokan Mahasiswa Untad

“Sesuai dengan surat edaran yang disebar di media sosial melalui akun resmi Untad, ke-10 maba tersebut tidak dapat mengikuti kegiatan PKKMB hingga selesai. Dan pihak panitia pun akan menyerahkan kepada Komisi Disiplin Universitas Tadulako untuk diproses lebih lanjut status kemahasiswaannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan PKKMB 2020 diikuti sebanyak 8.392 mahasiswa baru dari 11 fakultas di Untad. Ribuan peserta tersebut dibagi dalam 10 gugus, termasuk 35 mahasiswa dan komunitas adat terpencil (KAT) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang merupakan hasil kerjasama Untad dan Pemkab Parimo.

(azr/azr)

Next Post

Korupsi Dana Desa Rp609 Juta, Mantan Kades Ditangkap

Rab Sep 23 , 2020
MALANG – Terlibat korupsi dana desa, mantan Kepala Desa (Kades) Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, ditangkap polisi. Pelaku bernama Gaguk Setiawan (38) ini terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai kepala desa dan menyelewengkan dana desa. Kasus ini terungkap setelah kepolisian menerima laporan dari masyarakat pada awal 2020. Dari sana kepolisian menindaklanjuti […]