Padang () – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat maupun kabupaten/kota diminta memaksimalkan perannya untuk membantu menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Sumbar menjadi nol persen pada 2024.

"Target nol persen pada 2024 itu sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Kita mendukung penuh dengan sejumlah program di nya memaksimalkan Baznas," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Rabu.

Ia mengatakan saat ini secara akumulasi jumlah penduduk dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Sumbar mencapai 128 orang.

Dari jumlah itu, daerah dengan kemiskinan ekstrem terbanyak adalah Mentawai yang mencapai 14 persen. Oleh karena itu, daerah kepulauan tersebut menjadi salah satu fokus Pemprov Sumbar dalam upaya menurunkan kemiskinan ekstrem.

Namun, ada pula daerah di Sumbar yang telah berhasil menurunkan bahkan mengentaskan kemiskinan ekstrem di daerahnya. Kota Padang Panjang sesuai data terakhir telah berhasil mengentaskan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen, sedangkan Kota Sawahlunto sudah mendekati angka 1 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar Medi Iswandi mengatakan indikator dari kemiskinan ekstrem adalah penduduk yang memiliki pendapatan kurang dari Rp11 ribu perkapita/hari. Rata-rata masyarakat dengan status itu adalah lansia atau disabilitas.

Menurut dia, lansia dan disabilitas bukan masyarakat yang produktif, sehingga salah satu solusi yang bisa diambil untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem tersebut adalah dengan sistem subsidi. Peran Baznas, BUMD, dan BUMN akan dimaksimalkan untuk program tersebut.

Baca juga: KSP luruskan pemahaman tentang kemiskinan ekstrem

"Kita akan berikan subsidi, maka lebih pas memaksimalkan fungsi Baznas, karena warga tidak mampu masuk dalam yang berhak menerima zakat," ujarnya.

Ia mengatakan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem itu juga akan dilakukan dengan memaksimalkan program yang telah ada di nya program 100 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Saat ini Sumbar menempati angka kemiskinan nomor dua terendah di Sumatera. Di tingkat nasional, berada pada posisi enam terendah," katanya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar pada periode Maret 2022, angka penduduk miskin di Sumbar 5,92 persen atau 335,21 ribu jiwa. Nomor dua terendah setelah Bangka Belitung (Babel) dengan 4,46 persen atau 66,78 ribu jiwa.

Baca juga: TKPK kunci percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem

Urutan persentase ketiga ditempati oleh Kepulauan Riau (6,24), selanjutnya Riau (6,78), Jambi (7,62), Sumatera Utara (8,42), Lampung (11,57), Sumatera Selatan (11,90), Bengkulu (14,62), dan Aceh (14,64).

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © 2022