Bawa Kabur-Cabuli ABG, Lelaki di Samarinda Terancam 15 Tahun Bui

Pelaku pencabulan ditangkap Polsek Sungai Kunjang (dok. Istimewa)

Kutai Kartanegara

Polisi menangkap R (20) setelah dilaporkan ke polisi karena perbuatan dugaan pencabulan terhadap seorang remaja wanita di bawah umur. Kasus terbongkar setelah orang tua korban melapor karena anaknya tidak pulang.

“Saat itu korban dibawa pelaku menuju ke sebuah indekos milik temannya di Sungai Kunjang,” ungkap Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Bambang Budianto, Selasa (6/10/2020).

Keluarga korban bingung dan cemas karena korban pergi tanpa pamit. “Keluarga korban kebingungan mencari korban lantaran pergi tanpa pamit,” kata Bambang Budianto.

Baca juga: Pejabat Bone Nyanyi Tak Berjarak-Buka Masker, Dandim Minta Maaf

Sementara itu, Kanit Reskrim Iptu Purwanto mengatakan orang tua mendapat kabar soal keberadaan korban setelah menerima telepon dari rekannya. Setelah itu, korban menceritakan perbuatan pelaku.

“Saat itu, korban langsung dijemput keluarganya di tempat pelaku kerja. Saat ditanya, korban pun menceritakan apa yang diperbuat oleh pelaku terhadap korban,” terang Purwanto.

Tak terima, keluarga korban pun langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Sungai Kunjang untuk diproses lebih lanjut.

“Setelah terima laporan, pelaku langsung kami amankan di tempat tinggalnya saat itu juga,” tandasnya.

Baca juga: Gempar Kapolsek Ditodong Pistol Brigadir Pembuat Onar

Kasus ini bermula saat korban dan pelaku saling kenal di media sosial (medsos) 2 pekan silam. Keduanya lalu bersepakat untuk bertemu di Desa Loa Duri, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Korban lalu dibawa ke indekos temannya di kawasan Sungai Kunjang dengan berboncengan pada Sabtu (3/10). Pelaku lalu menyetubuhi korban. Pelaku mengaku perbuatannya itu dilakukan karena terpancing oleh korban yang memperlihatkan video porno dari ponselnya.

“Iya, dia kasih lihat saya video porno, makanya saya mau begitu,” ucap R, yang bekerja sebagai karyawan toko fotokopi.

Baca juga: Buntut Viral Mahasiswa Joget Saat Pademi, IAIN Gorontalo Minta Maaf

Perbuatan cabul pelaku terulang sehari kemudian. R membawa korban ke tempatnya bekerja dan mencabulinya.

“Iya 2 kali. Tidak saya paksa, sama-sama mau,” aku R.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(jbr/jbr)

Next Post

Tangan Diborgol, Eks Dirut BTN Maryono Tersangka Gratifikasi Ditahan

Sel Okt 6 , 2020
Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan eks Direktur Utama (Dirut) BTN H Maryono dan Direktur Utama PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar dalam kasus dugaan gratifikasi. Maryono diborgol dan langsung ditahan. Pantauan com di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2020), eks Dirut BTN […]