Bareskrim Ciduk 5 Pengoplos Gas Melon di Tangerang, 760 Tabung Disita

Bareskrim ungkap pengoplosan gas elpiji di Tangerang, Banten

Jakarta

Bareskrim Polri mengungkap kasus penyimpangan elpiji di Tangerang, Banten. Lima pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni Kaveling DPR A Cipondoh dan Kaveling DPR Blok C Pinang, Tangerang, Banten.

“Ini harus kita lakukan penindakan tegas karena ini merugikan negara yang sudah menyubsidi, sehingga subsidi ini berkurang dan membuat rugi juga masyarakat,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Syahardiantono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

Syahar menerangkan para pelaku tak memiliki izin usaha. Mereka juga mengurangi volume tabung gas dan kemudian menjualnya kepada masyarakat.

Syahar mengatakan kasus ini ditangani Subdit ll Dittipiter Bareskrim Polri. Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan 563 tabung gas ukuran 3 kg, 175 tabung gas ukuran 12 kg, dan 22 tabung gas ukuran 50 kg.

“Selain itu, turut pula disita tiga truk dan dua unit mobil pikap yang digunakan sebagai sarana transportasi angkutan serta beberapa tabung gas dalam kondisi kosong,” ujarnya.

Syahar menegaskan perbuatan para pelaku jelas merugikan masyarakat karena tidak mendapatkan subsidi gas yang sesuai dari pemerintah. Syahar menegaskan telah memerintahkan jajarannya mengawal subsidi elpiji dari pemerintah agar tepat sasaran.

Barang bukti tabung elpiji yang dioplos di Tangerang, Banten (Foto: dok. Istimewa)
Baca juga: Pengoplos Gas Melon ke Tabung 12 Kg Diciduk, Sehari Raup Ratusan Ribu

“Pelaku membuat subsidi pemerintah tidak tepat sasaran atau terhambat. Yang seharusnya subsidi ini untuk masyarakat, jadi berkurang. (Hak masyarakat) itu kan diambil oleh pelaku ini. Intinya, kami akan kawal penuh kebijakan pemerintah dalam hal ini distribusi gas subsidi untuk masyarakat agar masyarakat menerima subsidi ini secara utuh tanpa ada oknum yang bermain,” sambung dia.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkapkan modus operandi kelima pelaku yang memindahkan isi tabung gas subsidi ke tabung gas nonsubsidi. Gas dipindahkan dengan cara disuntik.

“Modus operandinya, pelaku melakukan penyuntikan tabung gas 3 kg, disuntikkan ke tabung gas ukuran 12 kg, kemudian tabung gas berukuran 50 kg nonsubsidi. Tabung gas hasil suntikan tersebut tentunya langsung dipasarkan ke masyarakat,” ucap Awi.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 53 huruf b, c, d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi; Pasal 8 ayat (1) Huruf A, dan Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Adapun ancaman pidana untuk Pasal 53 UU Nomor 22 Tahun 2001 hukumannya paling lama 4 tahun penjara, dengan denda paling tinggi Rp 40 miliar,” tegas Awi.

“Sedangkan UU tentang Perlindungan Konsumen untuk hukuman pidananya paling lama 5 tahun penjara dan dengan denda paling banyak Rp 2 miliar,” sambung dia.

Bareskrim mengungkap pengoplosan elpiji di Tangerang, Banten (Foto: dok. Istimewa)
Baca juga: LPG 3 Kg di Kalbar Langka Jelang Idul Adha, Ternyata Banyak Dipakai Pengusaha

(aud/jbr)

Next Post

Pimpinan MPR: Sidang Tahunan momentum perkuat semangat kebangsaan

Jum Agu 7 , 2020
Bandung – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus mendatang merupakan momentum memperkuat semangat kebangsaan saat bangsa Indonesia menghadapi pandemi COVID-19. "Diharapkan Sidang Tahunan ini memperkuat semangat kebangsaan, kita hadir untuk saling menguatkan dalam mengatasi pandemi COVID-19," kata HNW dalam Media […]