Anak di Makassar Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi

Ilustrasi Penganiayaan

Makassar

Seorang anak berinisial MF (13) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diduga jadi korban salah tangkap polisi. Propam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kini menyelidiki dugaan tersebut.

Paman MF, Abdul Karim (37) menyebut korban menderita luka lebam pada mata kirinya usai diduga dipukul polisi. Abdul menyebut dugaan salah tangkap hingga berujung penganiayaan itu dilakukan oleh aparat Polsek Bontoala. MF juga sempat menghilang dan belakangan diketahui MF ditahan di Polsek Bontoala.

“Tahu-tahunya pas pulang (ke rumah) babak belur mukanya (pada mata kiri),” kata Abdul saat dimintai konfirmasi, Senin (24/8/2020) malam.

Abdul mengatakan, keponakannya itu awalnya keluar rumah pada Jumat (21/8) sekitar pukul 01.00 WITa, untuk mencari ikan di Lelong, sebuah tempat pelelangan ikan di Kota Makassar. Hanya, saat itu ada sejumlah orang yang berlari ke arah MF usai diburu polisi karena terlibat tawuran.

Baca juga: 3 Nelayan Makassar Ditangkap Saat Protes Tambang Pasir, Kapal Ditenggelamkan

“Pas anak tawuran itu dikejar dia ikutan lari, takut kan, pas didapat dihantam mukanya,” beber Abdul.

Orang tua korban sendiri belakangan baru mengetahui MF ditangkap dan baru mejemput MF di Polsek pada keesokan harinya, Sabtu (22/8). Mereka kemudian histeris karena MF terluka.

Sementara itu, Propam Polda Sulawesi Selatan menyelidiki dugaan salah tangkap dan penganiyaan tersebut. Pihak Propam telah mendatangi Polsek Bontoala pada Senin (24/8) malam.

Hanya, Propam tak memberikan komentar saat coba ditemui awak media. Namun penanganan kasus ini disebut sedang berjalan.

“Silahkan ke Propam Lolda, kasusnya sudah ditangani Propam Polda,” kata Kapolsek Bontoala Kompol Andriani Lilikay, saat dimintai konfirmasi terpisah com.

(aik/aik)

Next Post

Sejak 1-11 Agustus, Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris di Jatim hingga Riau

Sel Agu 25 , 2020
Jakarta – Densus 88 Mabes Polri berhasil menangkap 10 orang terduga teroris dalam periode waktu 1 Agustus hingga 11 Agustus 2020. Penangkapan dilakukan di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Riau. “Tindak pidana terorisme yang ada di Indonesia, yang kita sampaikan beberapa waktu lalu ada di 13 wilayah kami sampaikan […]